Di Jakarta, Harga Apartemen Menengah-Bawah Rp 20 Juta Per Meter Persegi

Properti — Sudah umum diketahui bahwa harga properti, khususnya apartemen, terus mengalami peningkatan harga, setiap periode tertentu.

Peningkatan harga paling pesat terjadi pada periode 2011-2015. Sementara itu, pada kuartal IV-2015 sampai akhir tahun kemarin, pertumbuhannya mulai melambat.

“Pada periode melemahnya permintaan, harga pasar primer juga jatuh,” ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor, di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Dalam riset “Jakarta Properti Market Update” Kuartal IV-2016, JLL membagi kategori harga apartemen berdasarkan kelas, yaitu menengah ke bawah, menengah, menengah-atas, atas, dan mewah.

Untuk apartemen menengah ke bawah pada akhir 2016, harga rata-ratanya tercatat sudah menembus Rp 20 juta per meter persegi.

Harga ini tidak berbeda jauh atau stagnan dibandingkan pada kuartal yang sama pada 2015.

Sementara itu, harga rata-rata untuk apartemen kelas menengah adalah Rp 30 juta per meter persegi.

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, harga tersebut hanya meningkat sedikit.

Kemudian, harga apartemen menengah atas adalah Rp 35 juta-Rp 40 juta per meter persegi. Peningkatannya dari kuartal IV-2015 juga tidak terlalu signifikan.

Untuk harga apartemen kelas atas, kisarannya berada di angka Rp 40 juta-Rp 45 juta per meter persegi. Pada kuartal IV-2015, harga rata-ratanya sekitar Rp 41 juta per meter persegi.

Selanjutnya, harga rata-rata untuk apartemen mewah menyentuh Rp 60 juta. Angka ini tergolong stagnan jika dibandingkan kuartal IV-2015.

Head of Advisory Consulting and Capital Markets JLL Indonesia Vivin Harsanto menjelaskan, kelas mewah merupakan sepertiga bagian dari kelas atas.

“Kami sengaja pisahkan karena sudah lebih tinggi dari menengah atas, tetapi belum bisa dikategorikan luxury (mewah),” sebut Vivin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *